Akita

Nama Group : Working group [Anjing pekerja] | Level Aktifitas : Energik | Level Energi : Sedang | Level Gonggongan : Jarang | Karakter : Trah Anjing Terbesar | Ukuran : Sangat Besar | Asal-Usul : Jepang | Lingkungan : Tidak cocok dipelihara di Apartement atau Condo | Bulu : Sedang | Jenis Bulu Rontok : Musiman | Pelatihan : Bersedia melakukan apapun yang diperintahkan | Keluarga : Sangat cocok sebagai peliharaan asalkan dilatih sejak dini | Umur : 10 - 13 tahun


ISU KESEHATAN

Kekhawatiran utama : CHD, PRA / Kekhawatiran minor : elbow dysplasia, pemphigus, sebaceous adenitis, gastric torsion, cruciate ligament rupture, osteosarcoma, lymphosarcoma, hypothyroidism / Kadang-kadang terlihat :  PRA, kemerahan patela, VKH-like syndrome, entropion, epilepsi, katarak, polineuropati, renal cortical hypoplasia, mikrofthalmia / Tes yang disarankan : pinggul, (siku), mata, tiroid / Rentang hidup : 10 - 13 tahun

Catatan: Akita sangat sensitif terhadap anemia dari kerusakan sel darah merah yang disebabkan oleh makan bawang.
 


MENGENAI AKITA

Di jepang, jika anda sedang hamil atau sakit, anda tidak mendapatkan buah atau bunga dari teman dan sanak sodara anda yang datang untuk menjenguk, namun anda akan diberikan sebuah Patung Akita berukuran kecil. Di Jepang Akita-Inu merupakan Lambang Kemakmuran dan Kesehatan, sehingga pada jaman dahulu Akita hanya boleh dipelihara oleh para bangsawan.

Helen Keller membawa Akita ke Amerika untuk pertama kalinya pada tahun 1937, semenjak itu ada dua Varietas Akita yang diakui oleh dunia, yaitu Keturunan Jepang disebut Akita-Inu (Inu dalam bahasa jepang artinya anjing) dan American Akita atau Akita. Hanya di Amerika Akita-Inu dan American Akita diakui jenis yang sama, selain itu di Negara lain Akita-inu dan American Akita dianggap jenis yang berbeda. Akita-inu datang dengan jenis warna yang sedikit, sedangkan American Akita hadir dalam semua warna anjing. Di Amerika sama halnya seperti Rottwailer dan Pit Bull, Akita merupakan jenis anjing yang berada dalam daftar anjing yang beresiko tinggi untuk menggigit dan menyerang orang asing. 

Akita merupakan anjing yang besar, memiliki tulang kuat dan besar, dominan, mandiri, cenderung sering tidak toleran terhadap binatang lainnya (untuk membuat Akita toleran dengan binatang/anjing lainnya, mereka harus dilatih sejak usia anak anjing). Secara umum Akita merupakan anjing yang kuat, tetapi mereka diketahui rentan terhadap berbagai kondisi genetik dan dapat peka terhadap obat-obatan tertentu.

Anjing Akita yang paling terkenal kisahnya adalah HACHIKO, seekor Anjing Akita yang sangat setia menunggu kedatangan tuannya, dan sampai Hachiko matipun dia tidak tau bahwa sebenarnya tuannya sudah lama meninggal dunia.

SEJARAH

Akita pertama kali dikembangkan oleh bangsawan jepang yang diasingkan oleh Kaisar Jepang ke Prefektur Akita, sebelah Utara Jepang pada Abad-17. Bangsawan tersebut sangat terobsesi untuk melahirkan seekor trah anjing pemburu yang besar dan serbaguna, yang mampu menaklukkan babi hutan, rusa, dan beruang yezo. Akita-Inu dahulu pernah digunakan sebagai anjing aduan oleh masyarakat jepang, sebelum akhirnya adu anjing dilarang oleh pemerintah jepang.

Pada abad-20 tepatnya pada saat Perang Dunia II Akita-Inu mengalami kemunduran karakteristik karena persilangan dengan Anjing Gembala Jerman, St. Bernard, dan Mastiff. Akibatnya, banyak spesimen yang mulai kehilangan karakteristik spitz mereka dan sebagai gantinya muncul karakteristik yang tidak sesuai seperti telinga terlipat/jatuh, ekor lurus, warna non-Jepang (memiliki topeng hitam di wajah, dan warna apa pun selain merah, putih atau belang-belang), dan kulit longgar. Persilangan ini dilakukan karena pada saat itu pemerintah berkuasa memerintahkan bahwa anjing non-militer harus segera dimusnahkan. Untuk mengembalikan karakteristik Akita-Inu, Trah Akita-Inu yang tersisa disilangkan dengan Matagi (Anjing Pemburu) bersama dengan Hokkaido Inu.

Pada tahun 1937, Helen Keller melakukan perjalanan ke Jepang. Dia sangat tertarik dengan Trah Akita-Inu, pada saat itu dia mendapatkan anjing pertama yang diberikan oleh Tn. Ogasawara yang bernama Kamikaze-go, yang mati pada usia tujuh setengah bulan bulan karena distemper, satu bulan setelah dia kembali ke Amerika. Akita kedua yang merupakan saudara laki-laki Kamikaze, Kenzan-go. Kenzan-go meninggal pada pertengahan 1940-an. 

Selain di Amerika, Akita-Inu dan American Akita dinyatakan Trah yang berbeda, karena American Akita merupakan jenis Akita-Inu yang dibawa dari jepang sebelum masa Pengembalian Karakteristik Akita-Inu ke Karakteristik aslinya, oleh karena itu sebenarnya American Akita masih banyak memiliki Gen yang diwariskan oleh Trah anjing Barat. 

NUTRISI MAKANAN

Usahakan memberi Akita makanan anjing yang berkualitas, entah itu makanan siap saji dari pabrikan atau buatan rumah, dan kalau bisa sesuai dengan anjuran dokter. Apabila ingin melakukan diet terhadap Akita sebaiknya disesuaikan dengan usianya (anak anjing, dewasa, atau senior). Beberapa pakar menyarankan agar Akita yang berusia 7 tahun ke atas diberi makan "ringan" atau sedikit kalori sebagai pertahanan terhadap kemungkinan timbulnya penyakit ginjal.

Sangat penting bagi pemilik anjing untuk mempelajari makanan manusia apa saja yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi oleh anjing ini. Periksakan Akita Anda ke dokter hewan jika memiliki kekhawatiran tentang berat atau diet anjing Anda. Air bersih dan segar harus tersedia setiap saat.

PERAWATAN

Akita cenderung bersih dan memiliki sedikit "Bau". Akita tidak membutuhkan perawatan yang ekstensif, tetapi mantel ganda mereka yang tebal dan mewah harus disikat setidaknya seminggu sekali untuk mendapatkan yang terbaik. Kuku juga harus dipangkas secara teratur, karena kuku yang terlalu panjang dapat menyebabkan rasa sakit dan masalah bagi anjing. Ingat juga untuk sering menyikat gigi anjing untuk memastikan kesehatan gigi.

KEBUTUHAN OLAH RAGA

Akita umumnya bukan jenis yang sangat aktif tetapi membutuhkan olahraga yang cukup. Joging atau jalan cepat di sekitar blok setidaknya sekali sehari dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan olahraga anjing tersebut. Akita juga menikmati permainan dengan penuh semangat. Meskipun mereka adalah anjing besar, dimana jantan bisa memiliki berat lebih dari 100 pound, mereka bisa melakukan aktifitas dengan baik di rumah yang relatif kecil. Mereka adalah anjing tangguh yang dibiakkan untuk tahan terhadap kondisi luar ruang yang keras di Jepang utara, tetapi mereka dibiakkan sebagai anjing rumahan dan pelindung serta pemburu, dan beradaptasi dengan sangat baik terhadap kehidupan di rumah.

PELATIHAN

Akita sangat cerdas dan loyal tetapi juga memiliki sifat yang mandiri dan keras kepala. Sebagai anjing besar dan sangat kuat, sangat penting bagi mereka untuk dilatih secara konsisten, dimulai dari masa kanak-kanak. Mereka memiliki naluri pelindung, sehingga sangat penting bagi Akita memiliki sosialisasi awal dan luas ketika muda. Mereka harus belajar untuk menerima berbagai macam orang asing dan tidak menganggap mereka sebagai ancaman. Karena kemandirian dan dorongan menyerang mereka yang kuat, mereka tidak boleh lepas kendali di area yang tidak aman. Akita cenderung agresif terhadap anjing lain, terutama dari jenis kelamin yang sama, dan harus berhati-hati jika berinterkasi dengan anjing yang lain.

STANDAR AKITA : PDF dari AKC

 

sumber  : AKC, petfinder, dogtime, dog 101, dan google.


#Akita #WorkingDog #WorkingGroup #AnjingPekerja #Anjing