Japanese Chin

Nama Group : Toy Group | Level Aktifitas : Membutuhkan Latihan rutin | Level Energi : Sedang | Level Gonggongan : Jarang | Karakter : Trah Anjing Terkecil | Ukuran : Sangat Kecil | Asal-Usul : Jepang | Lingkungan : Cocok untuk lingkungan apartement | Bulu : Sedang | Jenis Bulu Rontok : Musiman | Pelatihan : Mandiri | Keluarga : Anjing Keluarga | Umur : 10 - 12 Tahun


ISSUE KESEHATAN

Kekhawatiran minor: keseleo patela, KCS, entropion, katarak, murmur jantung || Kadang-kadang terlihat: achondroplasia, epilepsy, portacaval shunt || Tes yang disarankan: lutut, mata, jantung || Rentang hidup: 10–12 tahun || Catatan: Trah ini sensitif terhadap anestesi dan tidak mentolerir panas dengan baik. Itu juga rentan terhadap lecet kornea.


MENGENAI JAPANESE CHIN

Kecil, lincah, dan memiliki raut aristokrat, Japanese Chin adalah anjing kecil dengan proporsi yang pas. Trah ini memiliki ekspresi seperti seseorang yang selalu ingin tahu. Biasanya trah ini memiliki sedikit warna putih yang terlihat di sudut mata bagian dalam. Gaya berjalan anjing itu penuh gaya dan lincah. Bulu tunggalnya berlimpah, lurus, dan halus, namun cenderung menonjol dari tubuh. Penampilan keseluruhan adalah salah satu jenis aristokrasi Oriental.

SEJARAH

Terlepas dari namanya,  Japanese Chin sebenarnya berasal dari Tiongkok kuno, mungkin memiliki hubungan dekat dengan orang Peking. Seperti orang Peking, Chin dipelihara oleh bangsawan Cina, dan terkadang dijadikan hadiah kepada bangsawan yang berkunjung. Ada berbagai cerita yang berbeda tentang bagaimana trah ini tiba di Jepang diantaranya yaitu :
1. Guru Buddha Zen membawa trah ini pada masa 520 Masehi. 
2. Seorang pangeran Korea membawa beberapa anjing trah ini ke Jepang pada tahun  732 Masehi. 
3. Seorang kaisar Cina mempersembahkan sepasang trah ini kepada seorang kaisar Jepang sekitar seribu tahun yang lalu. 


Bagaimanapun teori mengenai trah ini sampai di Jepang, anjing ini sangat disukai oleh keluarga Kekaisaran Jepang dan dipelihara sebagai anjing penjaga dan hiasan. Pelaut Portugis pertama kali berdagang dengan Jepang pada abad keenam belas dan mungkin orang pertama yang membawa trah ini ke Eropa. Rekor resmi pertama Chins datang ke Eropa adalah pada tahun 1853, ketika Komodor Perry mempersembahkan sepasang anjing ini dari perjalanannya ke Jepang kepada Ratu Victoria.

Di tahun-tahun berikutnya, para pedagang membawa kembali lebih banyak Chin, menjualnya di Eropa dan Amerika. Trah ini diakui oleh AKC pada akhir 1800-an sebagai Spaniel Jepang. Awal mulanya anjing ini memiliki ukuran yang lebih besar daripada yang ada sekarang, ini mungkin disebabkan oleh beberapa persilangan dengan jenis English Toy Spaniels yang memang disengaja untuk mengurangi ukurannya menjadi lebih kecil seperti sekarang.

NUTRISI MAKANAN

Japanese Chin harus diberikan makanan anjing berkualitas tinggi, baik yang diproduksi secara komersial atau disiapkan di rumah dengan pengawasan dan persetujuan dokter hewan. Makanan apa pun harus sesuai dengan usia anjing (anak anjing, dewasa, atau senior). Beberapa anjing cenderung kelebihan berat badan, jadi perhatikan konsumsi kalori dan tingkat berat badannya. Camilan bisa menjadi bantuan penting dalam pelatihan, tetapi memberi terlalu banyak dapat menyebabkan obesitas. Pelajari tentang makanan manusia mana yang aman untuk anjing, dan mana yang tidak. Tanyakan kepada dokter hewan Anda jika Anda memiliki kekhawatiran tentang berat badan atau diet anjing Anda. Air bersih dan segar harus tersedia setiap saat.

PERAWATAN

Bulu Japanese Chin yang panjang dan halus membuatnya tampak seperti ras yang membutuhkan pemeliharaan yang tinggi, namun ternyata jenis ini mudah untuk dirawat agar selalu dalam kondisi prima. Dia akan membutuhkan penyikatan mingguan dan mandi sebulan sekali atau lebih, tergantung pada lingkungannya. Kuku ras ini tumbuh sangat cepat dan harus dipangkas secara teratur agar pendek dan rapi. Telinganya harus diperiksa secara teratur untuk menghindari penumpukan kotoran yang dapat menyebabkan infeksi telinga, dan gigi harus disikat secara teratur untuk menghindari masalah gigi.

KEBUTUHAN OLAH RAGA

Japanese Chin adalah anjing kecil yang cukup aktif. Dia akan menikmati ketika pemiliknya mengajak mereka berjalan-jalan, atau menjelajahi halaman belakang rumah. Trah ini adalah pilihan yang sangat baik untuk tinggal di apartemen. Karena sifat keras kepala mereka, sebaiknya hindari membiarkan trah ini berada di alam yang terbuka. Jika mereka melihat sesuatu yang ingin mereka jelajahi, mereka cenderung menolak untuk mendengarkan perintah atau permintaan apa pun. Mereka sedikit tertutup untuk ketika menemui lingkungan baru, tapi dengan sosialisasi yang tepat  mereka akan mampu beradaptasi.

PELATIHAN

Melatih Chin mungkin menjadi sederhana bagi pelatih yang bisa membuat mereka percaya bahwa mereka hanya melakukan hal-hal yang ingin mereka lakukan. Mereka sering disebut sebagai "catlike", dan sifat ini pasti terlihat selama melakukan sesi pelatihan. Mereka bereaksi dengan baik terhadap metode pelatihan yang positif, tetapi akan menutup diri apabila dilakukan dengan kekerasan. Sesi pelatihan harus menarik dan menyenangkan untuk menjaga perhatian mereka. Mereka suka mempelajari trik untuk tampil menawan di hadapan orang banyak.

STANDAR JAPANESE CHIN: PDF dari AKC

sumber  : AKC, petfinder, dogtime, dog 101, dan google.


#JapaneseChin #ToyGroup #Anjing #AnjingK9