Penyakit Distemper Pada Anjing Dan Apa Gejalanya

Sumber : akc.org | 2021-04-09 18:25:31 | Penulis : Agung


Distemper pada Anjing - Penyebab, Gejala & Pengobatan

Distemper adalah salah satu penyakit paling serius yang bisa diderita oleh anjing Anda. Berikut fakta, gejala, cara pengobatan, dan metode pencegahan yang perlu diketahu


Apa itu Canine Distemper?

Canine distemper seharusnya tidak asing lagi ditelinga, apabila anjing anda rutin mendapatkan vaksinasi. Dokter hewan menganggap vaksin distemper sebagai vaksinasi inti, yang sebaiknya diberikan bersama dengan vaksin parvovirus, adenovirus anjing, dan rabies.

Penyakit ini sangat menular dan berpotensi mematikan. Virus paramyxovirus yang menjadi penyebab distemper pada anjing, dan ini erat kaitannya dengan virus campak dan rinderpest pada anjing. Virus ini menyebabkan penyakit parah pada inang (dalam hal ini tubuh anjing), dengan menyerang sistem tubuh, mengakibatkan infeksi semakin meluas sehingga sulit untuk diobati.

 

Bagaimana Canine Distemper Menyebar?

Ada tiga cara penyebaran distemper anjing ini :

  1. Melalui kontak langsung dengan hewan atau objek yang terinfeksi

  2. Melalui paparan udara

  3. Melalui plasenta

Distemper anjing menyebar melalui kontak langsung atau paparan udara, sama halnya seperti flu biasa pada manusia. Saat anjing yang terinfeksi atau hewan liar batuk, bersin, atau menggonggong, ia melepaskan tetesan aerosol ke udara, menginfeksi hewan dan permukaan di sekitarnya, seperti pada permukaan mangkuk makanan maupun air.

Kabar baiknya adalah virus tidak bertahan lama di lingkungan dan dapat dimusnahkan oleh sebagian besar disinfektan. Kabar buruknya adalah bahwa anjing yang terlanjur menderita distemper, dapat menularkan virus tersebut hingga beberapa bulan setelah mereka positif terinfeksi, sehingga tetap membahayakan anjing di sekitarnya.

Anjing bukan satu-satunya hewan yang dapat menderita penyakit distemper. Hewan liar seperti rakun, rubah, serigala, anjing hutan, sigung, maupun musang memiliki kemungkinan untuk terinfeksi penyakit ini juga. Ini berarti bahwa, apabila distemper mewabah di daerah tempat tinggal Anda, kemungkinan anjing Anda akan tertular semakin besar, karena penyakit ini dapat menyerang hewan liar.

Anjing betina juga dapat menyebarkan virus ke anak anjingnya melalui plasenta, yang menjadi salah satu alasan betapa pentingnya bagi Anda untuk tetap melakukan vaksinasi pada setiap anjing yang Anda miliki, terutama anjing betina yang memang direncanakan untuk dikembangbiakkan.

 

Apa Gejala Canine Distemper?

Anjing yang sudah positif terinfeksi distemper mengalami berbagai macam gejala tergantung pada seberapa parah penyakit yang ada di tubuh mereka. Setelah anjing terinfeksi, virus awalnya bereplikasi di jaringan limfatik saluran pernapasan sebelum dilanjutkan dengan menginfeksi sisa jaringan limfatik anjing, saluran pernapasan, saluran GI, epitel urogenital, sistem saraf pusat, dan optik saraf. Gejala yang ditimbulkan dikelompokkan menjadi 2 tahap yaitu: 

 

Tahap satu:

Gejala distemper yang pertama pada anjing biasanya berupa keluarnya cairan seperti nanah dari matanya, diikuti oleh demam, kehilangan nafsu makan, dan cairan hidung yang bening. Kebanyakan anjing mengalami demam sekitar 3 hingga 6 hari setelah terinfeksi, tetapi gejala awal tergantung pada tingkat keparahan kasus dan bagaimana reaksi tubuh anjing terhadap virus ini. Secara umum, gejala yang terkait dengan distemper pada anjing selama tahap pertama infeksi adalah:

  • Demam

  • Cairan hidung yang bening

  • Kotoran mata bernanah

  • Kelesuan

  • Anoreksia

  • Batuk

  • Muntah

  • Diare

  • Dermatitis pustular (jarang)

  • Peradangan otak dan sumsum tulang belakang

Jika anjing yang terinfeksi distemper mampu selamat dari tahap kritis virus ini, ia juga dapat mengalami hiperkeratosis pada bantalan kaki dan hidung, hal ini yang menyebabkan penyakit ini juga dikenal sebagai  " hard pad disease ". Gejala distemper ini menyebabkan bantalan kaki anjing mengeras dan membesar sehingga terasa tidak nyaman bagi anjing Anda.

 

Salah satu risiko lain yang terkait dengan distemper pada anjing adalah infeksi bakteri sekunder yang menyerang ketika sistem kekebalan anjing terganggu oleh virus distemper. Infeksi bakteri sekunder dapat menyebabkan gejala pernapasan dan GI, termasuk:

  • Muntah

  • Diare

  • Sulit bernafas

  • Perubahan laju pernapasan

  • Radang paru-paru

 

Tahap Kedua:

Beberapa anjing mengembangkan tanda-tanda neurologis saat penyakit berkembang dan menyerang sistem saraf pusat. Tanda-tanda ini sangat mengganggu bagi pemiliknya, antara lain yaitu :

  • Memiringkan kepala

  • Berputar

  • Kelumpuhan anggota tubuh baik sebagian atau seluruhnya

  • Kejang

  • Nystagmus (gerakan mata berulang)

  • Otot berkedut

  • Kejang dengan peningkatan air liur dan gerakan mengunyah

  • Kematian

 

Distemper pada anjing muncul dengan beberapa atau mungkin muncul dengan semua gejala yang telah disebutkan di atas, tergantung pada tingkat keparahan kasusnya. Menurut American Veterinary Medical Association (AVMA), "distemper sering kali berakibat fatal, dan anjing yang berhasil sembuh dari penyakit ini biasanya mengalami kerusakan sistem saraf permanen yang tidak dapat diperbaiki."

 

Anjing yang Paling Berisiko mengalami Distemper?

Distemper adalah risiko bagi semua anjing, tetapi anjing dan anak anjing yang tidak divaksinasi di bawah empat bulan sangat rentan terhadap distemper anjing. Jika anak anjing Anda menunjukkan gejala distemper, segera hubungi dokter hewan Anda.


#Penyakit-Distemper-Pada-Anjing #Gejala-Distamper-Pada-Anjing #Distemper-Anjing #Anjing #AnjingK9